Rupiah melemah dipengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp17.614 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin. Penurunan ini dipicu oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) sebesar 25 basis points menjadi 4 persen, serta melemahnya mata uang kawasan akibat risiko geopolitik dan kenaikan harga minyak.
Kondisi ini diperburuk oleh kenaikan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang mendekati 5 persen dan indeks dolar yang mencapai angka 99. Selain itu, harga minyak mentah WTI menembus 100 dolar AS per barel, yang mempersempit ruang fiskal pemerintah karena asumsi APBN berada di angka 70 dolar AS per barel. Bank Indonesia diperkirakan akan mengambil langkah hawkish pada Rapat Dewan Gubernur pekan depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 10.39
Rupiah Tergelincir ke 17.614 Imbas Potensi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 09.57
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.614 Akibat Ekspektasi Suku Bunga The Fed
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 18.00
Video: Bunga The Fed Diramal Naik 25 Bps Bulan Ini, BI Rate Ikut Naik?
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 11.42
Pasar Berekspektasi Terhadap The Fed, Rupiah Jadi Kurang Perhatian
Berita terkait
Rupiah melemah dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah global
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 09.47
Rupiah Dibuka Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.570
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.06
Video: Jika Bunga The Fed Akhir Tahun Naik, Ini Efeknya ke IHSG-Rupiah
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 15.46
Rupiah Terancam Melemah ke Rp 17.800, Efek Konflik AS-Iran dan Suku Bunga The Fed
JawaPos · 3 September 2026 pukul 07.45