Rupiah Tertekan ke Rp17.744/USD, Pasar Waspadai Konflik AS-Iran dan The Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah melemah menjadi Rp17.744/USD pada Selasa (1/9/2026), turun 22 poin dari Rp17.722. Penurunan dipicu ketegangan AS-Iran yang memuncaki dengan serangan langsung pertama dalam sebulan terakhir, berpotensi mengganggu jalur perdagangan dan pasokan energi global, termasuk Selat Hormuz yang sebelumnya mengangkut satu kelima pasokan minyak dunia. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi 66% pada September setelah pidato hawkish Kevin Warsh, menambah tekanan rupiah karena daya tarik aset dolar dapat menarik modal keluar dari pasar negara berkembang. Di dalam negeri, PMI Manufaktur Indonesia turun ke 49,8 pada Agustus 2026 dari 50,2, masuk zona kontraksi akibat penurunan output dan penyerapan tenaga kerja.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 15.50
Rupiah Berakhir di Zona Merah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.744
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 17.42
Kejomplangan Perang Ranjau antara AS-Iran di Selat Hormuz
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 18.04
Rupiah Kembali Melemah karena Memanasnya Hubungan Iran-AS
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.01
Rupiah Tertekan Konflik AS-Iran, Hari Ini Tembus 17.722 per Dolar AS
Berita terkait
Rupiah Hari Ini Melemah Dipengaruhi Iran dan Selat Hormuz
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 10.47
Rupiah Remuk Lagi Gegara Harapan Investor soal Selat Hormuz Pupus
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 18.59
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.718 per Dolar AS Pagi Ini
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 09.40
Rupiah melemah seiring memanasnya hubungan AS dengan Iran
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 16.41