ETF Emas RI Resmi Diluncurkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan ETF Emas pada Senin (10/8/2026) dalam rangkaian peringatan hari jadi Pasar Modal Indonesia ke-49. Peluncuran ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyoroti potensi instrumen ini melampaui India dan Singapura. Secara global, nilai ETF Emas mencapai US$526 miliar (Rp9.372 triliun) dengan kepemilikan emas 4.047 ton, di mana AS mendominasi dengan US$200 miliar. Indonesia melalui bullion bank telah mengelola 153 ton emas senilai US$20 miliar (Rp356,4 triliun), lebih tinggi dari India yang hanya US$17,5 miliar.
ETF Emas ini dilengkapi Electronic Gold Receipt (EGR) di KSEI sebagai bukti kepemilikan emas fisik dan telah mendapat sertifikasi kesesuaian prinsip syariah dari MUI. Airlangga meminta Kementerian Keuangan dan DJP memberikan insentif pajak berupa pembebasan PPn dan PPh Pasal 22 untuk transaksi EGR. Lima Manajer Investasi yang menerbitkan ETF Emas antara lain Trimegah, BRI, Mandiri, Syailendra Capital, dan Indo Premier. OJK menyebut instrumen ini berfungsi sebagai safe haven atau pelindung portofolio saat volatilitas pasar tinggi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 20.20
OJK: ETF Emas Ditopang Emas Fisik Bernilai Setara
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 14.34
BEI Rilis ETF Emas, Alternatif Instrumen Baru Bagi Investor Pasar Modal Indonesia
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 11.05
HUT Pasar Modal, RI Resmi Luncurkan ETF Emas
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 09.55
Meski Up dan Down, Pasar Modal RI Sukses Serok Dana Rp 125 T hingga Juni
Berita terkait
Investor Pasar Modal Capai Angka 31,8 Juta, BEI dan OJK Perkuat Transparansi
JawaPos · 25 September 2026 pukul 17.01
Calon Investor BEI Boleh Genggam di Atas 5%, OJK: Ada Syaratnya!
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 17.55
Usung Plant Your Investment, Capital Market Run 2026 Targetkan 4.000 Peserta
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 14.31
Belum Ada Investor Global Ajukan Saham Bursa, OJK: Tahapannya Masih Jauh
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 23.07