Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sentimen Ini Dinilai Topang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi mencapai 5,2%-5,3% pada kuartal II 2026, didorong oleh belanja pemerintah yang tumbuh 20% YoY, kenaikan harga komoditas batu bara, dan konsumsi masyarakat yang relatif baik meski nilai tukar melemah. Realisasi investasi kuartal II 2026 mencapai Rp 511,8 triliun, tumbuh 7,1% YoY, dengan penanaman modal asing (PMA) mendominasi sebesar 50,4% atau Rp 257,7 triliun.

Asian Development Bank (ADB) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 di angka 5,2%, menjadikannya negara dengan proyeksi pertumbuhan tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Vietnam (7,2%). ADB juga menaikkan prediksi inflasi Indonesia menjadi 3% dari sebelumnya 2,5%, namun angka ini masih lebih rendah dari rata-rata Asia Tenggara yang diprediksi 3,9%.

Di tingkat kawasan, ADB memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi negara berkembang di Asia Tenggara menjadi 4,6% dari 4,7% akibat gangguan di pasar energi global dari konflik di Timur Tengah. Hosiana juga memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran 17.900-18.000 per dolar AS hingga akhir 2026.

Berita terkait