Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Shell Raup Untung Rp 195 Triliun Imbas Perang Timur Tengah

Shell mencatat laba bersih hingga tiga kali lipat menjadi US$ 10,8 miliar (sekitar Rp 195,2 triliun) pada kuartal kedua 2026, dibandingkan US$ 3,6 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan laba didorong harga minyak dunia yang melonjak akibat perang AS-Iran di Timur Tengah yang mengganggu pasokan global. Pendapatan Shell naik 45% secara tahunan menjadi US$ 96,4 miliar, meskipun produksi gas mereka merosot dari 909.000 barel setara minyak per hari menjadi 631.000 barel per hari karena kerusakan fasilitas LNG Ras Laffan di Qatar.

Shell mengumumkan buyback saham senilai US$ 3 miliar. Harga sahamnya naik 1,6% di FTSE 100. TotalEnergies juga melaporkan laba yang melonjak dua kali lipat menjadi US$ 5,4 miliar. Sementara itu, Oxfam memproyeksikan enam perusahaan energi terbesar dunia (BP, Chevron, Eni, ExxonMobil, Shell, dan TotalEnergies) dapat mengumpulkan laba hingga US$ 147 miliar setahun penuh, dan mendesak pemerintah mengenakan pajak lebih tinggi kepada industri minyak besar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait