Harga Minyak Mentah Menguat Tipis Imbas Ketidakpastian Pasokan dari Timur Tengah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah Brent naik 0,2 persen menjadi USD 98,21 per barel, sementara WTI berada di angka USD 90,42 per barel. Penguatan ini dipicu ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah akibat serangan terhadap kapal dagang dan jalur pipa Arab Saudi, serta kegagalan kesepakatan damai antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz.
Meskipun Goldman Sachs memperkirakan ekspor Timur Tengah mencapai 23 juta barel per hari, pasar tetap rentan karena kurangnya jaminan stabilitas jangka panjang. Selain itu, harga terdorong oleh kekurangan stok bahan bakar global, di mana persediaan distilat dan bensin di wilayah Midwest AS mencapai level terendah sepanjang sejarah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 06.43
Harga Minyak Tembus US$ 103 di Tengah Mandeknya Perundingan AS-Iran
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 22.58
Punya Rute Lain, Ekspor Minyak Negara Teluk Dekati Level sebelum Perang
Detik.com · 29 September 2026 pukul 12.51
Biodiesel Disebut Hemat Devisa Ratusan Triliun, Pengamat Ungkap Hal Ini
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 11.54
Siap-siap, Harga BBM Non Subsidi Bakal Kembali Disesuaikan
Berita terkait
Harga Minyak Mentah Naik 1 Persen Awal Pekan, AS Tolak Proposal Iran
kumparan · 28 September 2026 pukul 08.58
Harga Minyak Mentah Anjlok 2 Persen Usai Sinyal Kesepakatan AS-Iran
kumparan · 27 September 2026 pukul 12.02
Imbas Perang, Arab Saudi Batalkan Pengiriman Minyak ke Kilang-kilang Eropa
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 10.41
Jalur Pipa Saudi Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$107
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 06.45