Studi: Dukungan bagi Wanita Cuti Karier Harus Dimulai Lebih Dini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4548435/original/093739200_1692767588-magnet-me-315vPGsAFUk-unsplash.jpg)
Studi Singapore Council of Women's Organisations (SCWO) yang dirilis 18 September 2026 menemukan bahwa dukungan bagi wanita yang kembali ke dunia kerja harus dimulai sebelum mereka mengambil cuti karier, bukan hanya saat mereka kembali mencari pekerjaan. Studi ini melibatkan 120 wanita dalam 20 diskusi kelompok fokus dan jajah pendatang daring dari 502 wanita berusia 24 ke atas di Singapura. Sebanyak 80% dari 299 wanita yang pernah atau sedang cuti karier mengaku ingin kembali bekerja, namun hampir 70% merasa cuti karier membuat pencarian pekerjaan yang sesuai semakin sulit. Fleksibilitas kerja menjadi dukungan paling diinginkan, dengan 61% responden menyatakan kebutuhan akan kesepakatan kerja yang fleksibel. Wanita juga menggambarkan proses persiapan seperti memperbarui CV, mengasah keterampilan, dan mencari pekerjaan dari berbagai kanal, namun tidak selalu menemukan posisi yang sesuai dengan pengalaman dan kebutuhan stabilitas. Studi ini merupakan bagian pertama dari program penelitian tiga tahap SCWO yang akan berfokus pada kekerasan rumah tangga pada 2027 dan kesejahteraan pengasuh pada 2028.
Bagikan
Berita terkait
Ada Imbauan Fleksibilitas Kerja, Lalin di Jaksel Tetap Macet Pagi Ini
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 08.47
Besok Kantor Pemerintah Hingga Swasta Diimbau WFH, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.45
Penjelasan Wamendagri soal Fleksibilitas Kerja ASN 18 Agustus
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.00
Pemerintah Imbau Pegawai Diberi Fleksibilitas Kerja Sehari Setelah HUT ke-81 RI
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 16.45