APBN Agustus Defisit Rp 240,1 Triliiun, Suahasil Sebut Masih On The Track
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1562161/original/027431100_1491812155-_DSC3359.jpeg)
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pelaksanaan APBN hingga Agustus 2026 masih on track. Pendapatan negara mencapai 65,2% dari target, sedangkan belanja negara mencapai 59,7% dari target. Defisit APBN senilai Rp240,1 triliun atau 0,93% dari PDB pada akhir Agustus 2026.
Pemerintah mempercepat belanja sejak Agustus dan September dengan tetap memastikan efisiensi penggunaan. Investasi pada semester I 2026 mencapai 6,87%, sedangkan pengeluaran pemerintah tumbuh sekitar 16%. Untuk 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% dengan investasi 7% atau lebih.
Defisit APBN 2026 diproyeksikan meningkat menjadi 2,85% dari PDB, sementara R-APBN 2027 dirancang dengan defisit 2,4% dan belanja negara dapat menembus Rp4.000 triliun. Peningkatan belanja difokuskan pada kualitas manusia, produktivitas, kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, dan infrastruktur dengan sinergi Danantara dan sektor keuangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 16.50
Menkeu Proyeksi Defisit APBN 2026 Lebih Tinggi, Tembus 2,85% PDB
JawaPos · 23 September 2026 pukul 15.00
Insentif Pajak Indonesia 2026 Diproyeksi Tembus Rp 576 Triliun
kumparan · 23 September 2026 pukul 14.30
Menkeu Suahasil Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027
kumparan · 23 September 2026 pukul 14.21
Menkeu Suahasil Sebut Danantara Independen dari APBN
Berita terkait
Suahasil Nazara Sebut APBN Bekerja Bak Titik Akupuntur
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 17.05
Menkeu Luruskan Efisiensi APBN: Bukan Langsung Main Potong Anggaran
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 14.51
Rapat Bareng DPR, Suahasil Ungkap Defisit APBN Capai Rp 240 Triliun
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 14.00
APBN defisit Rp240,1 triliun per Agustus 2026
ANTARA News · 18 September 2026 pukul 10.12