Subsidi Energi Dipangkas, Pemerintah Klaim Bukan Karena Kurangi Perhatian ke Rakyat Miskin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggaran subsidi energi 2027 dipangkas menjadi Rp261,50 triliun dari Rp272,94 triliun pada 2026. Penurunan terjadi karena pemerintah sedang membenahi data penerima subsidi guna meningkatkan ketepatan sasaran. Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah menyatakan pemangkasan tidak berarti mengurangi perhatian ke masyarakat miskin, melainkan upaya memastikan subsidi sampai ke kelompok yang memang membutuhkan. Pembenahan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi dasar penyaluran yang lebih akurat. Subsidi listrik ditetapkan Rp130,10 triliun, sementara subsidi BBM dan LPG 3 kg mencapai Rp131,39 triliun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 15.52
Volume Subsidi Energi Turun, tetapi DTSEN Terus Disempurnakan
Berita terkait
DPR-Pemerintah Sepakat Pangkas Subsidi BBM-LPG Jadi Rp261,5 T di 2027
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 16.00
50 Juta Warga Miskin akan Dapat Bansos, Luhut: Enggak Boleh untuk Judol
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.20
Persoalkan Data Penerima Bansos Jakarta, DPRD DKI: Ngaco Semua
VOI · 9 September 2026 pukul 12.24
Jurus Supaya Kuota LPG 3 Kg Tak Jebol
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 09.30