Super Holding BUMD Jabar Terancam Jadi Beban Fiskal, DPRD Minta Jangan Gegabah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana membentuk super holding Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), namun rencana ini menghadapi tantangan signifikan terkait dampaknya terhadap fiskal daerah. Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat, Jajang Rohana, menegaskan bahwa konsolidasi BUMD harus dimulai dengan pemetaan kinerja dan evaluasi menyeluruh sebelum dilakukan restrukturisasi. Langkah ini penting untuk menghindari penambahan beban fiskal yang tidak perlu bagi keuangan daerah.
Jajang menjelaskan bahwa setiap BUMD memiliki kondisi keuangan dan kinerja bisnis yang berbeda-beda. Beberapa perusahaan berkinerja sehat, sementara yang lain membutuhkan penyehatan atau bahkan masih mengalami kerugian. Oleh karena itu, pemetaan kondisi keuangan dan bisnis perlu dilakukan untuk mengidentifikasi perusahaan mana yang layak dikonsolidasikan, perlu disehatkan, atau memerlukan strategi khusus.
Selain itu, pembentukan super holding juga menimbulkan kompleksitas terkait struktur kepemilikan saham. Tidak semua BUMD sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat; sebagian besar melibatkan pemerintah kabupaten/kota, dan Bank BJB bahkan memiliki pemegang saham publik. Kesepahaman antar-pemegang saham menjadi kunci penting dalam proses ini. DPRD menekankan bahwa kajian model holding harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum menyusun peraturan daerah sebagai payung hukum yang diperlukan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 15.55
Komisi I DPRD Jawa Barat Dorong Digitalisasi Desa, Pilkades Enam Kabupaten Dimatangkan
Berita terkait
KDM Bakal Rampingkan Struktur Pemprov Jabar hingga Gabungkan BUMD
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 23.53
Dibongkar Dedi Mulyadi, Prabowo Baru Membayar Rp19 Miliar dari Tunggakan Rp1,22 Triliun ke Jabar
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 02.14
DPRD Beri Alarm soal Krisis Guru di Jabar, Kekurangan 6 Ribu Pengajar
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 15.40
Industri Tekstil Jabar Tertekan Persaingan Global, Custom Printing Jadi Ceruk Bisnis Baru
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 22.30