Tabung CNG Masih Impor, PGN Gagas Gandeng Pindad Produksi Dalam Negeri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328042/original/038836800_1787133558-WhatsApp_Image_2026-08-19_at_16.45.12__1_.jpeg)
PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) bersama PT Pindad sedang mengkaji pengembangan tabung CNG yang dapat diproduksi di dalam negeri. Saat ini, tabung CNG yang digunakan masih diimpor dari luar negeri, terutama dari China dan Eropa. Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menyatakan bahwa Pertamina Group bersama Pindad tengah melakukan kajian untuk memproduksi tabung CNG secara lokal, dengan harapan hasilnya tersedia akhir tahun 2026. Pengembangan harus memperhatikan aspek keselamatan karena tabung CNG menyimpan gas dengan tekanan tinggi hingga 200 bar. Untuk pelanggan komersial, tabung CNG dipasang di ruang khusus (gas room) dan diisi ulang menggunakan sistem CTF, sehingga tidak perlu diganti secara berkala. Satu tabung besar berat 180 kilo, dan dalam sistem ini, aset tabung tetap menjadi milik penyedia, pelanggan hanya membayar isi gas yang terpakai melalui meter.
Bagikan
Berita terkait
Dari 200 Bar Jadi 0,3 Bar, Ini Perjalanan CNG hingga Masuk Dapur
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 21.30
Bukan Cuma Industri, PGN Gagas Salurkan CNG ke Rumah Tangga
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 20.00
CNG Jadi Alternatif LPG Impor, PGN Gagas Ungkap Strategi Pengembangan
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 18.45
PGN Perkuat Pemanfaatan CNG 'Alternatif Pengganti' LPG di Yogyakarta
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.55