Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Tak Ingin Perang Selesai, Iran Bakal Paksa AS Tetap Saling Serang

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengancam akan melancarkan serangan pre-emptive terhadap potensi ancaman militer AS. Kepala Dewan Keamangan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyampaikan ancaman ini melalui siaran televisi negara pada 8 September 2026, menegaskan bahwa Iran tidak akan menunggu serangan datang dan siap mengambil tindakan sebelum ancaman terhadap negaranya benar-benar dilaksanakan. Rezaei juga menunjukkan bahwa Iran telah menguji varian rudal baru yang ditujukan langsung kepada armada kapal perang AS, termasuk rudal balistik berbahan bakar padat Qassem Basir dengan jangkauan 1.200 kilometer dan hulu ledak setengah ton. Langkah ini menambah kekhawatiran akan eskalasi konflik, terutama setelah Washington mengonfirmasi bahwa rudal balistik Iran sempat membidik kapal-kapal militer AS pada 5 September 2026. AS kemudian menghantam tiga kapal tanker minyak milik Teheran, sebuah manuver yang dinilai analis sebagai eskalasi berbahaya. Hingga 7 September 2026, militer AS mencatat 94 kapal komersial telah mengalihkan rute dan tiga kapal lainnya lumpuh akibat konflik. Gedung Putih menolak klaim Iran mengenai zona eksklusif di Selat Hormuz, menegaskan perairan internasional tersebut berada di bawah kendalinya untuk menjamin lalu lintas kapal tanker. Penasihat Diplomatik Presiden Uni Emirat Arab, Anwar Gargash, mengecam upaya sepihak Iran yang dinilai mengganggu perdagangan regional dan menegaskan bahwa ekspor energi serta aktivitas ekonomi negara-negara di kawasan tidak boleh dijadikan sandera.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait