Tanggapi Ketidaksesuaian Desil, BPS Buka Suara Soal Pembaruan Data DTSEN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) menyadari adanya ketidaksesuaian desil pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan membuka peluang untuk pembaruan data. Direktur Metodologi dan Sains Data BPS, Setia Pramana, menekankan bahwa pembaruan data masyarakat menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengubah metode pemeringkatan. DTSEN menggabungkan data dari Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskeras Ekstrem (P3KE), serta Dukcapil. Data ini tidak hanya didasarkan pada pengeluaran, tetapi menggunakan lebih dari 40 variabel yang mencakup perumahan, kepemilikan aset, karakteristik rumah tangga, dan akses sanitasi. BPS berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk meningkatkan akurasi, dengan memperhatikan perlindungan data pribadi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 11 September 2026 pukul 11.31
BPS Jelaskan Beda Angka Kemiskinan dengan Laporan Bank Dunia
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 08.55
BPS Tegaskan Acuan Bansos Tetap Data Kemiskinan Nasional
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 11.45
Pakai Data 2022, Pemutakhiran DTSEN Baru 33%
Berita terkait
BPS Tegaskan Perubahan Desil Tidak Menentukan Angka Kemiskinan
kumparan · 8 September 2026 pukul 13.47
4,3 Juta KPM Baru Kini Terima Bansos usai Data Desil Diperbaharui
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 08.21
Reaksi Purbaya Anaknya Masuk Desil 7, Tukang Becak Desil 10
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 07.30
Reaksi Purbaya Anaknya Masuk Desil 7, Tukang Becak Desil 10: Kita Gak akan...
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 07.30