BPS Tegaskan Perubahan Desil Tidak Menentukan Angka Kemiskinan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa perubahan posisi desil pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak berhubungan dengan penurunan angka kemiskinan. Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Nashrul Wajdi, menjelaskan bahwa desil dan angka kemiskinan merupakan ukuran yang berbeda secara konsep, tujuan, dan metodologi. Desil pada DTSEN mengelompokkan penduduk berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif, dengan setiap kelompok mencakup sekitar 10 persen dari total keluarga. Meskipun demikian, angka kemiskinan dihitung menggunakan metode terpisah, sehingga kenaikan posisi desil tidak dapat menyiratkan penurunan angka kemiskinan. BPS menekankan pentingnya memisahkan kedua ukuran tersebut untuk menghindari kebingungan analisis data sosial ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 11.12
53 Ribu KK di Banjarmasin Masuk Kategori Penerima Bansos
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 10.17
Pemerintah Tegaskan Desil Bukan Penentu Tunggal Penerima Bansos
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 06.08
Serius Nonsense
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 19.05
Data Desil Bermasalah, Aleg Perindo Binsar Simarmata Dampingi Warga Cek Status Bansos
Berita terkait
Angka Kemiskinan versi BPS Beda Jauh dari Bank Dunia, Indef: Garis Kemiskinannya Terlalu Rendah
JawaPos · 6 September 2026 pukul 06.15
Guntur Romli Soroti Jauhnya Perhitungan Angka Kemiskinan: Bank Dunia 64%, BPS Cuma 8,07%, ini Maksudnya Mainan Desil?
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 17.54
Rumah di Pondok Indah Belum Tentu Masuk Desil 10, Kok Bisa?
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 15.35
Mengapa Perhitungan Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Berbeda?
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 07.00