BPS Tegaskan Acuan Bansos Tetap Data Kemiskinan Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa data kemiskinan nasional versi BPS tetap menjadi acuan utama dalam perumusan kebijakan bansos, bukan angka kemiskinan World Bank. BPS menyatakan tingkat kemiskinan nasional per Maret 2026 sebesar 8,07%, turun dari 8,47% pada Maret 2025. Sebaliknya, World Bank menghitung 64,1% penduduk Indonesia di bawah garis kemiskinan US$8,30 PPP per hari. Perbedaan angka disebabkan karena Indonesia naik kelas menjadi negara berpendapatan menengah atas pada 2023, sehingga World Bank naikkan ambang batas kemiskinan dari US$4,20 menjadi US$8,30 per hari. BPS menggunakan metode berbasis biaya hidup riil di Indonesia dengan garis kemiskinan Rp669.235 per orang per bulan, sementara World Bank menggunakan standar internasional yang seragam untuk perbandingan antarnegara. Kedua metode memiliki tujuan berbeda namun saling melengkapi dalam memantau pengentasan kemiskinan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 10.46
Pemutakhiran Desil DTSEN, 4,3 Juta KPM Baru Kini Terima Bansos
Detik.com · 11 September 2026 pukul 05.55
50 Juta Warga Desil 1-5 Dapat Bansos, Luhut Ungkap Sumber Dananya
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 21.32
BPS dan Bank Dunia menjelaskan perbedaan angka kemiskinan RI
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 20.42
Mengapa Tingkat Kemiskinan versi BPS dan Bank Dunia Begitu Jomplang? Ini Jawabannya!
Berita terkait
4,33 Juta Keluarga yang Tadinya Tak Dapat Bansos Kini Kebagian, Data DTSEN Terus Dimutakhirkan
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 04.37
BPS Tegaskan Perubahan Desil Tidak Menentukan Angka Kemiskinan
kumparan · 8 September 2026 pukul 13.47
Angka Kemiskinan versi BPS Beda Jauh dari Bank Dunia, Indef: Garis Kemiskinannya Terlalu Rendah
JawaPos · 6 September 2026 pukul 06.15
64% Rakyat Indonesia Miskin Versi World Bank, BPS Cuma 8%? Ini Penjelasan Ekonom
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 19.20