Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Terungkap Biang Kerok Desil Tak Sesuai Kondisi Warga RI

Desil atau pengelompokan kesejahteraan masyarakat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya warga. Banyak kasus masyarakat yang desilnya naik meskipun kondisinya belum berkecukupan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan perubahan ini dipengaruhi oleh masuknya sekitar 12 juta data baru dari BKKBN dalam DTSEN Volume 3 yang belum terverifikasi. Data tersebut kini telah dikoreksi melalui DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan BPS, dan diperkirakan dalam 1-2 minggu ke depan akan semakin akurat.

Gus Ipul menegaskan bahwa perubahan desil tidak serta-merta membuat seseorang dicoret dari daftar penerima bantuan sosial. Penyaluran tetap menunggu penetapan penerima pada periode penyaluran. Sementara itu, Tenaga Ahli Kementerian Sosial Andy Kurniawan menjelaskan bahwa desil bukan ukuran langsung kemiskinan atau kekayaan seseorang. Desil merupakan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan nasional, dengan penduduk dibagi menjadi 10 kelompok dari terendah hingga tertinggi.

Karena sifatnya relatif, posisi seseorang dapat berubah meskipun kondisi ekonominya tidak berubah. DTSEN dimutakhirkan setiap tiga bulan, sehingga dalam satu tahun terdapat empat versi data. Desil hanya digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan prioritas penerima bantuan sosial, bukan syarat utama. Kriteria penerimaan tetap bergantung pada aturan masing-masing program. Masyarakat yang merasa datanya belum akurat dapat mengajukan pemutakhiran melalui aplikasi Cek Bansos, call center 021-171, WhatsApp 08877-171-171, atau situs dtsen-form.bps.go.id dan perlinsos.kemensos.go.id.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait