The Fed Beri Sinyal, Bank Indonesia Waspadai Dampak Suku Bunga Tinggi AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Bank Indonesia (BI) memantau dampak suku bunga tinggi Amerika Serikat yang dipertahankan lebih lama (higher for longer) oleh The Federal Reserve. Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan the Fed mempertahankan suku bunga acuannya karena ekonomi AS masih menunjukkan kondisi baik. Situasi ini berdampak pada negara berkembang termasuk Indonesia, sehingga BI harus menjaga stabilitas ekonomi dan kebijakan moneter.
BI tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur Juli 2026 untuk mengantisipasi ketidakstabilan global. Selain tekanan suku bunga AS, kondisi global juga dihadapkan pada konflik Timur Tengah yang mengganggu arus perdagangan. Destry menegaskan stabilitas rupiah tetap menjadi prioritas utama BI, termasuk pengendalian inflasi yang terutama ditopang oleh inflasi pangan di atas 5%, sementara inflasi core dinilai masih aman.
Di tengah transisi kepemimpinan pasca pengunduran diri Gubernur Perry Warjiyo, BI memastikan kebijakan tidak berubah. BI terus melakukan intervensi di pasar melalui instrumen spot, NDF, dan DNDF untuk menjaga nilai tukar rupiah. BI juga mempertahankan kebijakan makroprudensial pro-growth serta memberikan insentif untuk menarik aliran modal asing, antara lain dengan menurunkan biaya hedging.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 08.00
Rupiah Tembus Rp18.100, Akankah Merosot ke Rp18.500 dalam Waktu Dekat?
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 10.08
BI Ingatkan Risiko Global Belum Reda, Siaga Hadapi Era Suku Bunga Tinggi
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 10.08
Risiko Global Belum Reda, BI Siaga Hadapi Era Suku Bunga Tinggi
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 09.11
Pjs Gubernur BI Destry: Dunia Akan Hadapi Era Suku Bunga Tinggi
Berita terkait
Video: Prabowo Usul Destry Jadi Gubernur BI, Ini Efeknya ke Rupiah-SBN
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 11.10
Rupiah Ditutup Menguat Ditopang Sentimen Destry Damayanti dan Data Ekonomi
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 16.45
Rupiah Menguat 4 Hari Beruntun, Dolar AS Turun ke Rp17.750
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 15.06
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.000 Lagi
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 09.04