Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

The Fed Beri Sinyal, Bank Indonesia Waspadai Dampak Suku Bunga Tinggi AS

Bank Indonesia (BI) memantau dampak suku bunga tinggi Amerika Serikat yang dipertahankan lebih lama (higher for longer) oleh The Federal Reserve. Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan the Fed mempertahankan suku bunga acuannya karena ekonomi AS masih menunjukkan kondisi baik. Situasi ini berdampak pada negara berkembang termasuk Indonesia, sehingga BI harus menjaga stabilitas ekonomi dan kebijakan moneter.

BI tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur Juli 2026 untuk mengantisipasi ketidakstabilan global. Selain tekanan suku bunga AS, kondisi global juga dihadapkan pada konflik Timur Tengah yang mengganggu arus perdagangan. Destry menegaskan stabilitas rupiah tetap menjadi prioritas utama BI, termasuk pengendalian inflasi yang terutama ditopang oleh inflasi pangan di atas 5%, sementara inflasi core dinilai masih aman.

Di tengah transisi kepemimpinan pasca pengunduran diri Gubernur Perry Warjiyo, BI memastikan kebijakan tidak berubah. BI terus melakukan intervensi di pasar melalui instrumen spot, NDF, dan DNDF untuk menjaga nilai tukar rupiah. BI juga mempertahankan kebijakan makroprudensial pro-growth serta memberikan insentif untuk menarik aliran modal asing, antara lain dengan menurunkan biaya hedging.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait