Kartu Kredit Indonesia Meluncur, Bakal Bisa Dipakai di Berbagai EDC
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel pada 17 Agustus 2026. Peluncuran dilatar belakangi oleh data bahwa 80% pemegang kartu kredit di Indonesia menggunakan kartunya untuk transaksi dalam negeri. KKI ritel dikeluarkan secara digital dan langsung terhubung sebagai sumber dana baru untuk QRIS, yang hingga kini hanya mendukung tiga instrumen: tabungan, uang elektronik, dan kartu kredit.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menjelaskan bahwa KKI ritel menawarkan fleksibilitas pembayaran dengan tenor 30 hari serta opsi pembayaran penuh atau cicilan minimal. Kartu ini dirancang bersifat interoperable, mirip ekosistem QRIS, sehingga dapat digunakan di mesin EDC mana saja tanpa terbatas pada bank penerbit.
BI menyiapkan pengembangan KKI secara bertahap. Pada tahap kedua, kartu akan didukung untuk transaksi online dan e-commerce. Tahap ketiga meliputi penerbitan kartu fisik untuk transaksi offline. Beberapa bank menjadi first mover, termasuk BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata, dan Bank Mega. Bank Syariah Indonesia (BSI) proyeksikan mengembangkan KKI dengan prinsip syariah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 21.23
BI sebut sejumlah PJP lain mulai daftar jadi penerbit KKI segmen ritel
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 10.49
7 Kriteria Memilih Payment Gateway yang Tepat untuk Menunjang Kelancaran Bisnis
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 21.17
BCA siap mengimplementasikan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 20.06
BI Perluas KKI Segmen Ritel, jadi Alternatif Pembayaran Tertunda
Berita terkait
Syarat dan Cara Pengajuan Kartu Kredit Indonesia, Simak Penjelasan BI!
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 08.25
Transaksi QRIS Tumbuh 82,42%, 2 Faktor Ini Jadi Penopang
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 17.29
BI Sebut Kartu Kredit Indonesia Bisa Jadi Sumber Dana QRIS
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 16.14
BI catat transaksi digital tumbuh 28,69 persen per Juli 2026
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 15.54