Transaksi QRIS Naik 2 Kali Lipat, BI Soroti Risiko Penipuan Digital
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Transaksi QRIS di Indonesia melonjak dua kali lipat pada semester I-2026, mencapai 12,55 miliar transaksi dengan nilai sekitar Rp600,7 triliun. Saat ini, QRIS telah digunakan oleh lebih dari 66 juta pengguna dan hampir 45 juta merchant, yang mayoritas merupakan pelaku UMKM.
Namun, Bank Indonesia (BI) menyoroti adanya kesenjangan antara inklusi keuangan (93,61%) dan literasi keuangan (69,57%). Kondisi ini meningkatkan risiko penipuan digital yang dapat menghambat adopsi layanan digital dan stabilitas sistem keuangan. Sebagai solusi, BI mengintegrasikan perlindungan konsumen dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 melalui inisiatif 4I-RD, Peraturan BI Nomor 6 Tahun 2026, serta pembentukan Indonesia Anti-Scam Centre untuk mempercepat deteksi dan pemulihan dana korban.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 17 September 2026 pukul 22.05
Deputi Gub BI: Pelindungan konsumen harus lekat di arsitektur digital
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 21.15
BI Genjot Kolaborasi Lintas Negara untuk Perkuat Kepercayaan di Era Digital
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.20
Bank Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Negara Perkuat Pelindungan Konsumen Digital
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 15.30
BI Jajaki Kerja Sama QRIS dengan 4 Negara Baru
Berita terkait
Medan Digifest 2026 Dorong Perluasan QRIS dan Literasi Keuangan Digital
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 21.30
Tinggalkan Dolar, BI dan Bank Sentral India Jajaki Transaksi Rupiah-Rupee Hingga Penggunaan QRIS
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 14.14
Alasan Warga Usia 17 Tahun Bakal Punya Rekening dan Saldo Rp50 Ribu
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 07.20
BRI dukung arahan Presiden untuk perluas kepemilikan rekening
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 13.53