Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Merosot Tajam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah merosot tajam pada perdagangan Senin, 3 Agustus, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perundingan dengan Iran akan segera dilakukan, membatalkan rencana serangan. Hal ini meningkatkan peluang kesepakatan damai, termasuk membuka kembali Selat Hormuz dan menyelesaikan jalan buntu program nuklir Iran. Harga minyak Brent anjlok lebih dari 6% ke level US$ 82,41 per barel. Di pasar saham, pergerakan bervariasi: indeks S&P 500 naik 0,4%, Nasdaq menguat 0,6%, tetapi bursa Asia tertekan. Indeks Nikkei Jepang terkoreksi 1%, dan KOSPI Korea Selatan merosot 3,6%. Nilai tukar yen Jepang menguat mendadak lebih dari 1% ke 155,39 per dolar AS, setelah Kementerian Keuangan Jepang dan AS melakukan intervensi terkoordinasi berupa aksi beli yen untuk menghentikan anjloknya nilai tukar yang sempat menyentuh level terendah dalam 40 tahun. Pemerintah Jepang menegaskan siap mengambil tindakan tegas jika diperlukan. Ahli strategi Mizuho Bank menilai tujuan utama intervensi ini kemungkinan bukan membalikkan tren pelemahan jangka panjang yen, karena faktor struktural seperti selisih suku bunga antara AS dan Jepang masih menekan yen. Namun, komunikasi terbaru antara AS dan Jepang dapat menggeser momentum dalam waktu dekat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 07.10
Trump Tiba-Tiba Serang Chevron-ExxonMobil: Sebut Tak Suka-Beri Ancaman
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 08.25
Bursa Asia Merah, Kospi Ambles 4% Meski Trump Tunda Serang Iran
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 11.05
Sebelum Ambil Tindakan Militer Lebih Keras, Trump Beri Iran Peluang Capai Kesepakatan
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 10.38
Perang Lawan Iran, Trump Tunjuk Para Jenderal Duduki 7 Posisi Penting Militer AS, Ini Daftarnya
Berita terkait
Trump Ancam Iran, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 7% Tembus USD90 per Barel
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 08.46
Harga Minyak Naik Tajam Usai Trump Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 21.12
Klaim Kuasai Selat Hormuz, Trump Dinilai 'Babak Belur' Perang Lawan Iran
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 07.34
Iran Sebut Trump Delusi karena Ingin Deklarasikan Selat Hormuz Wilayah AS
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.29