Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Trump Kembali Ancam Negara yang Bantu Iran, Konsekuensi Ekonomi Menanti

Presiden Donald Trump memberikan ultimatum bahwa Amerika Serikat akan memberlakukan konsekuensi ekonomi yang sangat besar terhadap negara mana pun yang membantu atau melakukan bisnis dengan Iran. Unggahan di Truth Social-nya menyatakan peluncuran 'operasi ekonomi paling menghancurkan' setelah gencatan senjata 60 hari dengan Iran berakhir tanpa jalur diplomatik atau militer untuk menyelesaikan konflik yang dimulai AS dan Israel pada akhir Februari lalu. Trump tidak menyebut negara spesifik atau menjelaskan hukuman yang akan diterapkan.

Langkah ini merupakan bagian dari Operation Economic Fury yang diluncurkan pada April, yang bertujuan menjatuhkan sanksi terhadap bank dan perusahaan asing yang bertransaksi dengan Teheran. Trump menekankan bahwa negara yang memungkinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintah memberikan bantuan kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi. Ia juga menyebutkan berbagai metode yang harus dihentikan, termasuk penyelundupan minyak, jalur swap, transfer tunai, rumah penukaran valuta asing, registrasi kapal, dan perusahaan kedok.

Keputusan ini datang sehari setelah Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan pemutusan hubungan keuangan dan ekonomi dengan Iran, menyusul deteksi dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran. Entitas Iran yang telah lama menggunakan sistem keuangan Dubai untuk transfer uang melalui rumah penukaran valuta asing dan perusahaan kedok kini menghadapi tekanan yang lebih besar. Angkatan bersenjalah Iran memperingatkan negara-negara tetangga di Teluk agar tidak mendukung militer AS, dengan menyatakan bahwa bantuan tersebut akan dianggap kolusi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait