Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Usai Ditinggal Perry, Destry Beberkan 'Arah' Dewan Gubernur BI

Destry Damayanti, Gubernur Bank Indonesia (BI) sementara, menegaskan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi setelah mundurnya Perry Warjiyo pada 25 Juli 2026. Ia memastikan tidak ada perubahan sikap kebijakan BI, dengan prioritas tetap pada stabilitas kurs dan harga melalui formasi dewan gubernur yang ada.

Untuk menjaga stabilitas rupiah, BI akan tetap konsisten melakukan intervensi di pasar valas, termasuk spot, NDF, dan DNDF, serta memperkuat sektor eksternal seperti cadangan devisa dan neraca pembayaran. Dalam mengendalikan inflasi, BI bekerja sama dengan pemerintah melalui TPIP, TPID, dan program GPIPS untuk mengelola pasokan dan permintaan guna mencegah gejolak harga yang menekan daya beli masyarakat.

Selain itu, BI bersama OJK dan LPS akan menangani segmentasi likuiditas di perbankan untuk memperkuat sinergi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Destry menekankan bahwa meskipun ada perubahan pimpinan, BI tetap fokus pada stabilitas, mengoptimalkan instrumen kebijakan moneter, serta mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, UMKM, ekonomi syariah, dan ekonomi hijau.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait