Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BI Minta Bank Fokus Jadi Lembaga Intermediasi, Genjot Penyaluran Kredit

Bank Indonesia (BI) mengimbau perbankan untuk memfokuskan kembali fungsi utama mereka sebagai lembaga intermediasi. Pejabat Gubernur BI Destry Damayanti menekankan bahwa bank harus memperbesar penyaluran kredit ke sektor riil, bukan hanya menempatkan dana pada surat berharga. Hal ini bertujuan agar bank berperan aktif dalam menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat untuk mendukung ekonomi.

Sebagai bagian dari kebijakan makroprudensial, BI akan mengevaluasi rasio kepemilikan surat berharga terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) di setiap bank. Bank yang melebihi ambang batas akan mendapat disinsentif berupa pengurangan insentif makroprudensial. Sebaliknya, bank yang aktif menyalurkan kredit ke sektor prioritas, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), berhak memperoleh insentif hingga 5,5% dalam bentuk pengurangan Giro Wajib Minimum (GWM).

Kebijakan ini diharapkan mendorong bank menyesuaikan portofolio likuiditas secara bertahap, mengalihkan dana dari surat berharga ke penyaluran kredit guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait