Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pjs Gubernur BI Ungkap Strategi Jaga Rupiah, Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Setelah Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mundur, Pejabat Sementara Destry Damayanti menegaskan komitmen BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi. Formasi saat ini tetap fokus pada prioritas ini hingga presiden mengusulkan calon Gubernur baru yang disetujui DPR. Strategi meliputi intervensi pasar melalui spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk rupiah, serta penguatan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah untuk mengendalikan inflasi.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, BI menerapkan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran, termasuk pengembangan UMKM, ekonomi syariah, dan ekonomi hijau. Data per Mei 2026 menunjukkan kredit UMKM tumbuh tipis 0,60% YoY, dengan segmen mikro dan menengah naik, tetapi usaha kecil mengalami kontraksi 0,24%. BI juga mendorong akses pembiayaan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang memberikan pemotongan Giro Wajib Minimum bagi bank yang menyalurkan kredit produktif.

Inisiatif lain termasuk perluasan penggunaan QRIS untuk pembayaran digital, yang kini memiliki 66 juta pengguna dan 45 juta merchant, dengan sekitar 90% di antaranya merupakan UMKM. Langkah ini bertujuan menciptakan ekosistem pembayaran inklusif untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait