Pjs Gubernur BI Ungkap Strategi Jaga Rupiah, Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Setelah Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mundur, Pejabat Sementara Destry Damayanti menegaskan komitmen BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi. Formasi saat ini tetap fokus pada prioritas ini hingga presiden mengusulkan calon Gubernur baru yang disetujui DPR. Strategi meliputi intervensi pasar melalui spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk rupiah, serta penguatan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah untuk mengendalikan inflasi.
Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, BI menerapkan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran, termasuk pengembangan UMKM, ekonomi syariah, dan ekonomi hijau. Data per Mei 2026 menunjukkan kredit UMKM tumbuh tipis 0,60% YoY, dengan segmen mikro dan menengah naik, tetapi usaha kecil mengalami kontraksi 0,24%. BI juga mendorong akses pembiayaan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang memberikan pemotongan Giro Wajib Minimum bagi bank yang menyalurkan kredit produktif.
Inisiatif lain termasuk perluasan penggunaan QRIS untuk pembayaran digital, yang kini memiliki 66 juta pengguna dan 45 juta merchant, dengan sekitar 90% di antaranya merupakan UMKM. Langkah ini bertujuan menciptakan ekosistem pembayaran inklusif untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 14.10
BI Dinilai Tak Acuh Soal Pertumbuhan Ekonomi, Destry Buka Suara!
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 12.30
Usai Ditinggal Perry, Destry Beberkan 'Arah' Dewan Gubernur BI
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 08.05
QRIS Makin Mendunia, Ini 5 Fakta Menarik yang Perlu Diketahui
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 15.06
Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Turun ke Bawah Rp18.000
Berita terkait
Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah-Dorong Ekonomi
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.29
Destry Blak-blakan Alasan BI Tahan Bunga 5,75%
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 21.40
BI Rate Tetap 5,75% demi Memperkuat Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 15.02
BI Rate Tetap 5,75 Persen per September 2026, Ditahan 3 Bulan Beruntun
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.44