Bank Indonesia Komitmen Jaga Kestabilan Rupiah hingga Inflasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Bank Indonesia (BI) memastikan komitmen menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan inflasi tetap berlanjut pasca mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo pada 26 Juli 2026. Pejabat sementara Destry Damayanti menyatakan formasi kepengurusan saat ini tidak mengubah fokus BI pada stabilitas, termasuk intervensi melalui spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk menjaga rupiah, serta penguatan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah untuk mengendalikan inflasi. Sesuai UU Bank Indonesia, posisi gubernur akan dijalankan pejabat sementara hingga presiden mengusulkan calon yang disetujui DPR.
Di sisi lain, BI juga mendorong penyaluran kredit ke sektor UMKM dengan menekankan kualitas kredit, bukan sekadar pertumbuhan nominal. Berdasarkan data OJK per Mei 2026, kredit UMKM tumbuh tipis 0,60% (yoy), dengan segmen mikro naik 0,64% dan menengah naik 1,84%, sementara kredit usaha kecil justru kontraksi 0,24%. Untuk mempercepat penyaluran modal, BI menyiapkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) berupa pemotongan Giro Wajib Minimum bagi bank yang memenuhi kriteria pembiayaan UMKM. Selain itu, sistem pembayaran berbasis QRIS sudah menjangkau 66 juta pengguna dan 45 juta merchant, 90% di antaranya pelaku UMKM.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 09.15
Destry Damayanti Pastikan BI Tetap Fokus Jaga Stabilitas Rupiah dan Inflasi
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 07.16
Rupiah Menanti Nakhoda Baru
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 15.06
Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Turun ke Bawah Rp18.000
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 14.10
BI Dinilai Tak Acuh Soal Pertumbuhan Ekonomi, Destry Buka Suara!
Berita terkait
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.885
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 09.15
Wanti-wanti Dolar AS Menguat, Bos BI Beber Strategi Jaga Rupiah
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.50
Rupiah Menguat ke Rp17.817 per Dolar AS Ditopang Keputusan BI Tahan Suku Bunga
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 15.41
Rupiah Menguat ke Rp17.679, Pasar Cermati Arah Kebijakan BI di Era Destry
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 15.38