Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bank Indonesia Komitmen Jaga Kestabilan Rupiah hingga Inflasi

Bank Indonesia (BI) memastikan komitmen menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan inflasi tetap berlanjut pasca mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo pada 26 Juli 2026. Pejabat sementara Destry Damayanti menyatakan formasi kepengurusan saat ini tidak mengubah fokus BI pada stabilitas, termasuk intervensi melalui spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk menjaga rupiah, serta penguatan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah untuk mengendalikan inflasi. Sesuai UU Bank Indonesia, posisi gubernur akan dijalankan pejabat sementara hingga presiden mengusulkan calon yang disetujui DPR.

Di sisi lain, BI juga mendorong penyaluran kredit ke sektor UMKM dengan menekankan kualitas kredit, bukan sekadar pertumbuhan nominal. Berdasarkan data OJK per Mei 2026, kredit UMKM tumbuh tipis 0,60% (yoy), dengan segmen mikro naik 0,64% dan menengah naik 1,84%, sementara kredit usaha kecil justru kontraksi 0,24%. Untuk mempercepat penyaluran modal, BI menyiapkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) berupa pemotongan Giro Wajib Minimum bagi bank yang memenuhi kriteria pembiayaan UMKM. Selain itu, sistem pembayaran berbasis QRIS sudah menjangkau 66 juta pengguna dan 45 juta merchant, 90% di antaranya pelaku UMKM.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait