Utang Luar Negeri RI Naik Jadi US$453,4 M di Kuartal II 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$453,4 miliar pada kuartal II 2026, naik 4,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh pertumbuhan ULN pemerintah sebesar US$216,3 miliar atau 2,9 persen, sementara ULN swasta justru mengalami kontraksi 0,6 persen. Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, aliran masuk Surat Berharga Negara (SBN) menjadi faktor utama pertumbuhan ULN pemerintah, mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Sektor ekonomi yang paling banyak memanfaatkan ULN pemerintah adalah Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22 persen), diikuti oleh Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (20,6 persen), serta Jasa Pendidikan (16,2 persen).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 10.51
BI: Utang luar negeri RI naik jadi 453,4 miliar dolar AS di TW-II 2026
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 10.37
ULN Indonesia Tembus US$453,4 Miliar Naik 4,4% pada Kuartal II 2026, BI Klaim Tetap Terjaga
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.06
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi Rp8.098 Triliun
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 12.43
Utang Indonesia Naik Lagi, Jadi USD 453,4 Miliar
Berita terkait
Bukan China! Ini Pemberi Utang Nomor 1 RI
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 11.55
Utang Luar Negeri RI Naik Jadi US$ 453,4 Miliar
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 11.05
Utang Luar Negeri Indonesia Terus Bertambah, Kuartal II 2026 Tembus Rp8.062 Triliun
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 10.52
Utang Luar Negeri Indonesia Melonjak Jadi Rp8.089 Triliun
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.47