BI: Utang luar negeri RI naik jadi 453,4 miliar dolar AS di TW-II 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II-2026 mencapai 453,4 miliar dolar AS, naik 4,4 persen secara tahunan (yoy). Rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 30,6 persen. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan ULN pemerintah dan bank sentral, sementara ULN swasta mengalami kontraksi 0,6 persen (yoy). Posisi ULN pemerintah mencapai 216,3 miliar dolar AS, tumbuh 2,9 persen (yoy), dipengaruhi oleh aliran masuk Surat Berharga Negara (SBN) yang mencerminkan kepercayaan investor. Pemerintah tetap memenuhi kewajiban pembayaran utang tepat waktu dan mengelola ULN secara pruden. Berdasarkan sektor, ULN pemerintah digunakan untuk jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22,0 persen), administrasi pemerintah dan pertahanan (20,6 persen), jasa pendidikan (16,2 persen), konstruksi (11,5 persen), dan transportasi (8,5 persen). Hampir seluruh ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang, menjadikan posisinya relatif aman dan terkendali.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 12.22
Utang Luar Negeri RI Naik Jadi US$453,4 M di Kuartal II 2026
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 11.05
Utang Luar Negeri RI Naik Jadi US$ 453,4 Miliar
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 11.55
Bukan China! Ini Pemberi Utang Nomor 1 RI
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 10.52
Utang Luar Negeri Indonesia Terus Bertambah, Kuartal II 2026 Tembus Rp8.062 Triliun
Berita terkait
Utang Luar Negeri Indonesia Melonjak Jadi Rp8.089 Triliun
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.47
ULN Indonesia Tembus US$453,4 Miliar Naik 4,4% pada Kuartal II 2026, BI Klaim Tetap Terjaga
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 10.37
BI: Utang Luar Negeri RI Tembus US$453,4 M di Q2-2026, Tumbuh 4,4%
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.14
Cadangan Devisa Turun US$11 Miliar hingga Akhir Juni, BI Buka Suara
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 17.10