Video: Nasib Bisnis Es Krim Saat Impor Bahan Baku-Ongkos Logistik Naik
CNBC Indonesia± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri es krim Indonesia stagnan baik nilai maupun volume karena bukan makanan pokok. Meski konsumsi rumah tangga mencapai 53,32% PDB pada KQ2-2026, penjualan es krim masih bergantung pada musim seperti Idul Fitri, Natal serta libur sekolah. Penjualan dilakukan melalui toko ritel mini market hingga kelontongan dengan penyesuaian treatment sesuai segmen konsumen. Tantangan utama meliputi ketergantungan bahan baku impor yang terpengaruh fluktuasi nilai tukar Rupiah serta biaya logistik yang meningkat, terutama distribusi ke luar Jawa.
Bagikan
Berita terkait
Bos Pengusaha Bilang Pabrik Makanan Hadapi Harga-Harga Naik Luar Biasa
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 17.50
Bea Cukai Dorong Optimalisasi Pusat Logistik Berikat untuk Tekan Dwelling Time
VOI · 3 September 2026 pukul 18.55
Sungai Mahakam Kering Jadi Perhatian Khusus Kementerian PU
kumparan · 3 September 2026 pukul 18.09
Kadin Minta Ada Roadmap Implementasi yang Jelas Saat Menerapkan Zero ODOL
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 14.46