Video: Sebab Asing Tinggalkan RI dan Bikin IHSG dan Rupiah Tertekan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IHSG turun 0,55% ke 6.263 pada 25 September 2024, sementara Rupiah melemah ke Rp 17.900 per USD. Penurunan terjadi akibat tekanan sentiment eksternal dari kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve dan lonjangan yield US Treasury yang memicu aliran modal emerging market mengalami outflow. FX Analyst CNBC Indonesia Research, Elvan Chandra Widyatama, memrediksi kemungkinan Rupiah bisa melemah lebih lanjut ke level Rp 18.000 per USD seiring penguatannya yang terus berlanjut pada indeks Dolar AS. Analisis ini disampaikan dalam Power Lunch CNBC oleh Crysania Suhartanto dan Elvan Chandra Widyatama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 16.21
IHSG Anjlok ke 6.241,89, Sebanyak 557 Saham Berguguran
kumparan · 25 September 2026 pukul 16.20
IHSG Ditutup Melemah 0,90 Persen, Nilai Tukar Rupiah Ikut Terkoreksi
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 16.01
Rupiah Sempat Tertekan Mendekati 18.000, Sentimen Eksternal Biang Keladinya
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 13.45
Rupiah Hampir Tembus 18.000 per Dolar AS, Ekonom Beri Saran ke BI
Berita terkait
Video: US Treasury Tembus Rekor Tertinggi, Ini Efeknya ke Rupiah
CNBC Indonesia · 20 September 2026 pukul 12.30
Purbaya Ungkap Modal Asing Masuk Rp141,6 T hingga September
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 15.25
Purbaya Beri Bukti Asing Serbu RI, Nilainya Tembus Ratusan Triliun
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 11.27
IHSG Merana, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.840 per Dolar AS
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 16.30