Rupiah Hampir Tembus 18.000 per Dolar AS, Ekonom Beri Saran ke BI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
Nilai tukar rupiah mengalami tekanan mendekati level 18.000 per dolar AS, turun 17 poin menjadi 17.933 per dolar pada pembukaan perdagangan. Faktor utama pelemahan rupiah meliputi keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta lonjakan harga minyak dunia. Spread antara Fed Fund Rate dan BI Rate menyusut dari 200 ke 175 basis poin. Gejolak di Timur Tengah memicu arus modal keluar dari negara berkembang dan peningkatan pencarian aset aman di dolar AS. Ekonom Core Indonesia Mohammad Faisal menyatakan tidak ada indikasi kuat faktor domestik sebagai penyebab utama, namun menyoroti defisit transaksi berjalan, penurunan surplus neraca perdagangan barang, serta penggunaan cadangan devisa sebagai indikator yang perlu diwaspadai. Bank Indonesia dipandang sudah berada di jalur tepat dalam mempertahankan suku bunga acuan, dengan rekomendasi mengoptimalkan instrumen moneter non-suku bunga seperti kebijakan likuiditas makroprudensial dan intervensi cadangan devisa untuk menjaga stabilitas rupiah tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 09.20
Awal Perdagangan, Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp17.871 per USD
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.15
Video: Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 15.56
Rupiah Bangkit ke Rp17.903 per Dolar AS Jumat Sore
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.58
Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara
Berita terkait
Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp 17.930 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Suku Bunga The Fed
JawaPos · 23 September 2026 pukul 07.00
Rupiah Bergerak Melemah di Pembukaan Senin, Awas Bisa Berlanjut
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 11.24
Rupiah melemah dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi AS
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 09.51
Rupiah Melemah ke Rp17.694 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 16.20