Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Hampir Tembus 18.000 per Dolar AS, Ekonom Beri Saran ke BI

Nilai tukar rupiah mengalami tekanan mendekati level 18.000 per dolar AS, turun 17 poin menjadi 17.933 per dolar pada pembukaan perdagangan. Faktor utama pelemahan rupiah meliputi keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta lonjakan harga minyak dunia. Spread antara Fed Fund Rate dan BI Rate menyusut dari 200 ke 175 basis poin. Gejolak di Timur Tengah memicu arus modal keluar dari negara berkembang dan peningkatan pencarian aset aman di dolar AS. Ekonom Core Indonesia Mohammad Faisal menyatakan tidak ada indikasi kuat faktor domestik sebagai penyebab utama, namun menyoroti defisit transaksi berjalan, penurunan surplus neraca perdagangan barang, serta penggunaan cadangan devisa sebagai indikator yang perlu diwaspadai. Bank Indonesia dipandang sudah berada di jalur tepat dalam mempertahankan suku bunga acuan, dengan rekomendasi mengoptimalkan instrumen moneter non-suku bunga seperti kebijakan likuiditas makroprudensial dan intervensi cadangan devisa untuk menjaga stabilitas rupiah tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait