Wajib Halal 18 Oktober 2026, Industri Pangan Bersiap Ubah Rantai Pasok
Liputan6.com± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350874/original/070083500_1789633002-WhatsApp_Image_2026-09-17_at_12.13.45.jpeg)
Industri pangan Indonesia menyiapkan diri menjelang Wajib Halal 18 Oktober 2026. Kebijakan mencakup makanan, minuman, bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong. Deputi KSP Popy Rufaidah menekankan pentingnya kesiapan produk impor dan bahan baku serta mekanisme pemastian halal sejak negara asal. Perusahaan harus memetakan ulang rantai pasok, termasuk memastikan pemasok domestik dan global memenuhi persyaratan halal. Implementasi berpotensi memaksa industri menelusuri perjalanan bahan baku dari pemasok hingga produk akhir.
Bagikan
Berita terkait
MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026 untuk Lindungi Masyarakat
JPNN.com · 12 September 2026 pukul 11.21
Wajib Halal Makin Dekat, BPJPH Ingatkan Restoran Soal Ini
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 11.45
Wajib Halal Oktober 2026, Pelaku Usaha Diminta Naik Kelas
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 20.25
Sertifikasi Halal Bisa Bertahap, LPPOM: Mulai dari Outlet yang Siap
JawaPos · 3 September 2026 pukul 00.16