MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026 untuk Lindungi Masyarakat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung kebijakan Wajib Halal Oktober 2026 guna melindungi masyarakat, terutama umat Islam yang mencakup sekitar 88 persen dari 286 juta penduduk Indonesia. Kebijakan ini bertujuan memastikan seluruh produk yang beredar, mulai dari pangan, bahan baku, proses produksi, hingga rekayasa genetik, telah memenuhi standar halal sesuai amanat undang-undang.
MUI juga mendorong Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk memperketat pengawasan produk impor. Pemeriksaan keabsahan sertifikat halal disarankan dilakukan sejak produk berada di negara asal untuk memastikan standar Indonesia terpenuhi sebelum izin ekspor diberikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 08.05
MUI Dukung Aturan BPJPH Terkait Pemastian Produk Halal Impor
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 22.21
MUI Dukung Wajib Halal Oktober dan Pemastian Produk Halal Impor
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 20.26
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, MUI Nilai Pemastian Produk Halal Impor Justru Lindungi Pelaku Usaha
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 12.31
Wajib Halal Oktober 2026, BPJPH Perketat Aturan Industri
Berita terkait
Wajib Halal Makin Dekat, BPJPH Ingatkan Restoran Soal Ini
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 11.45
Sejumlah Lini Produk Vinilon Group Resmi Kantongi Sertifikasi Halal
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 15.53
Vinilon Kantongi Sertifikasi Halal untuk Seluruh Varian Pipa hingga Water Meter
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 13.47
BPJPH Terbitkan Aturan Baru, Produk Impor Wajib Penuhi Kepastian Halal
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 11.33