WOM Finance (WOMF) Ungkap Strategi Pembiayaan Kala BI Rate Naik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) menargetkan penyaluran pembiayaan Rp6,3 triliun pada 2026 meski BI Rate tinggi di level 5,75% (naik 100 bps sejak Mei 2026). Direktur Cincin Lisa Hadi optimistis BI masih berpeluang memangkas suku bunga sekali lagi. Untuk mengelola biaya dana, WOMF menerapkan strategi diversifikasi pendanaan dengan membandingkan sumber dari obligasi dan perbankan guna mendapatkan bunga paling kompetitif.
Komposisi pendanaan saat ini didominasi obligasi (Rp2,2 triliun) dibanding pinjaman bank (Rp1,5 triliun). Manajemen memanfaatkan likuiditas perbankan yang longgar untuk mencari dana lebih murah, namun tetap selektif memilih mitra dari Himbara, bank swasta nasional, maupun asing. Biaya pendanaan mengikuti pergerakan BI Rate, sementara hubungan jangka panjang dengan bank juga memengaruhi tingkat bunga yang diperoleh.
Per Juni 2026, WOMF mencatat piutang pembiayaan neto Rp6,4 triliun (naik 5,2% yoy) dengan NPF gross 2,53% dan net 1,13%. Penyaluran baru mencapai Rp2,6 triliun. Secara industri, data OJK menunjukkan piutang multifinance tumbuh 1,88% yoy ke Rp511,26 triliun, didorong kenaikan modal kerja 6,36% yoy.
Bagikan
Berita terkait
OJK catat pembiayaan sektor hijau capai Rp93,70 triliun pada Juli 2026
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 18.10
Pembiayaan Multifinance Masih Tumbuh Terbatas, NPF Naik Tipis
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 18.00
APPI Curhat Soal Penggunaan Jasa Debt Collector, Ini Alasannya!
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.11
OJK Ungkap Sederet Tantangan Industri Multifinance
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.54