Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Melonjak di Atas US$90 per Barel

Serangan AS ke Iran dan respons Iran terhadap pangkalan AS di wilayah Teluk telah memicu kenaikan signifikan harga minyak dunia. Menurut Liputan6.com, harga Brent naik 2,7% menjadi US$ 90,49 per barel dan WTI naik 2,8% menjadi US$ 85,76 per barel setelah serangan AS ke Pulau Larak dan respons Iran di Yordania. Warta Ekonomi melaporkan harga Brent mencapai US$ 95,52 per barel, naik 0,92%, sementara Liputan6.com versi lain mencatat Brent ditutup di US$ 95,63 per barel, naik 9% sepanjang pekan. Kumparan menyebutkan kenaikan 1% dengan Brent di US$ 95,63 dan WTI di US$ 91,01 per barel. Detik.com melaporkan kenaikan 7% pada minggu tersebut. Perbedaan ini mencerminkan fluktuasi harian dan sumber berita yang berbeda.

Konflik ini berpusat di sekitar Selat Hormuz, jalur kritis untuk pasokan minyak global. Detik.com menjelaskan bahwa Pulau Larak strategis karena terletak di gerbang masuk Selat Hormuz, yang digunakan 34% pasokan minyak dunia. Iran dikabarkan menutup Selat Hormuz, yang diklaim oleh Warta Ekonomi sebagai jalur 20% pasokan minyak global. Serangan ini menyebabkan penurunan lalu lintas kapal, dengan kumparan melaporkan hanya 4 kapal per hari, jauh di bawah rata-rata 13 kapal, dan dua kapal tanker terkena ranjau. Lebih dari 17 juta barel minyak masih melintasi Selat Hormuz pada Senin, menurut Liputan6.com.

Diplomasi tetap terjaringan meskipun kedua belah pihak masih bertukar serangan. Detik.com melaporkan bahwa Iran terbuka untuk kesepakatan senjata sementara Presiden Trump menolak negosiasi, lebih memilih tekanan ekonomi melalui blokade laut dan sanksi. Sistem pertahanan Yordania dikabarkan berhasil mencegat 10 dari 13 rudal AS, menunjukkan kompleksitas dan dampak militer konflik ini.

Menurut tiap media