Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia dan Perkuat Ekosistem QRIS untuk Dukung Transformasi Digital UMKM

Bank Indonesia (BI) meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel pada 17 Agustus 2026, yang dikeluarkan secara digital dan langsung terhubung sebagai sumber dana baru untuk QRIS. KKI ritel menawarkan fleksibilitas pembayaran dengan tenor 30 hari serta opsi pembayaran penuh atau cicilan minimal, dan dirancang bersifat interoperable sehingga dapat digunakan di mesin EDC mana saja. Beberapa bank menjadi first mover, termasuk BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata, dan Bank Mega, sementara Bank Syariah Indonesia (BSI) proyeksikan mengembangkan KKI dengan prinsip syariah. BI menyiapkan pengembangan KKI secara bertahap, dengan tahap kedua mendukung transaksi online dan e-commerce, dan tahap ketiga meliputi penerbitan kartu fisik untuk transaksi offline.

Hingga Juni 2026, QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant, dengan 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM. BI menilai perluasan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendorong UMKM terhubung dengan ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Untuk mendukung transformasi digital UMKM, BI menerapkan tiga strategi: e-farming untuk meningkatkan produktivitas, e-commerce melalui onboarding UMKM untuk memperluas akses pasar, dan e-financing melalui SIAPIK untuk memperkuat pencatatan keuangan dan akses pembiayaan. BI juga mengembangkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sebagai wadah kolaborasi antara BI, OJK, inovator, industri, dan pemerintah.

BI mendorong UMKM mengadopsi digitalisasi pembayaran melalui QRIS untuk memperbaiki pencatatan keuangan dan membuka akses pembiayaan. Digitalisasi memungkinkan transaksi tercatat, terlihat, dan terukur, sehingga mempermudah lembaga keuangan menilai kelayakan pembiayaan. BI juga mengimplementasikan kebijakan merchant discount rate (MDR) QRIS 0 persen untuk transaksi hingga Rp500.000 pada usaha mikro. Data BI per Juli 2026 menunjukkan pertumbuhan kredit UMKM hanya 1,62 persen yoy, jauh di bawah pertumbuhan kredit perbankan 13,58 persen, dengan rasio NPL UMKM 4,5-5,6 persen lebih tinggi dari NPL nasional 2,09 persen. Di Sumatera Utara, volume transaksi QRIS mencapai 144 juta transaksi pada triwulan II 2026, tumbuh 90,53% secara tahunan, dengan 3,2 juta pengguna dan 1,8 juta merchant.

Menurut tiap media