Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Indikator Ekonomi Indonesia Kuartal III-2026: Inflasi Terjaga, PMI Ekspansi, Neraca Perdagang Surplus

Indikator ekonomi Indonesia pada September 2026 menunjukkan perkembangan positif. PMI manufaktur kembali ke zona ekspansi dengan nilai 52,4, naik dari 49,8 pada Agustus 2026. Inflasi tahunan tercatat 3,28%, berada dalam rentang target pemerintah 2,5 ± 1 persen. Inflasi inti mencapai 2,84%, sementara inflasi pangan volatile mencapai 5,03% yoy akibat El Nino dan bencana alam.

Neraca perdagangan Agustus 2026 kembali surplus berjumlah US$3,55 miliar, kumulatif Januari-Agustus mencapai US$7,25 miliar. Surplus didorong oleh ekspor nonmigas kuat, khususnya besi dan baja US$19,18 miliar, CPO US$17,75 miliar, dan batu bara US$16,58 miliar. Impor naik 19,09% menjadi US$23,06 miliar, terutama pada bahan baku dan barang modal.

Pemerintah melaksanakan PKH Tahap III, bantuan beras 10 kg/bulan, dan percepatan penyaluran SPHP beras medium. Kebijakan bea masuk 0% untuk LPG industri dan suku cadang pesawat juga diterapkan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Menurut tiap media