Indikator Ekonomi Indonesia Kuartal III-2026: Inflasi Terjaga, PMI Ekspansi, Neraca Perdagang Surplus
Rangkuman gabungan dari 6 media · disusun dengan AI
Indikator ekonomi Indonesia pada September 2026 menunjukkan perkembangan positif. PMI manufaktur kembali ke zona ekspansi dengan nilai 52,4, naik dari 49,8 pada Agustus 2026. Inflasi tahunan tercatat 3,28%, berada dalam rentang target pemerintah 2,5 ± 1 persen. Inflasi inti mencapai 2,84%, sementara inflasi pangan volatile mencapai 5,03% yoy akibat El Nino dan bencana alam.
Neraca perdagangan Agustus 2026 kembali surplus berjumlah US$3,55 miliar, kumulatif Januari-Agustus mencapai US$7,25 miliar. Surplus didorong oleh ekspor nonmigas kuat, khususnya besi dan baja US$19,18 miliar, CPO US$17,75 miliar, dan batu bara US$16,58 miliar. Impor naik 19,09% menjadi US$23,06 miliar, terutama pada bahan baku dan barang modal.
Pemerintah melaksanakan PKH Tahap III, bantuan beras 10 kg/bulan, dan percepatan penyaluran SPHP beras medium. Kebijakan bea masuk 0% untuk LPG industri dan suku cadang pesawat juga diterapkan untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
ANTARA News
Menkeu soroti sinyal positif ekonomi dari PMI hingga inflasi
1 Oktober 2026 pukul 18.20 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Suahasil Ungkap 3 Sinyal Ekonomi RI Mulai Bergerak di Kuartal III-2026
1 Oktober 2026 pukul 19.20 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Menko Airlangga: Sinyal Ekonomi Indonesia Makin Solid
1 Oktober 2026 pukul 20.20 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Neraca Dagang RI Balik Surplus Lagi!
2 Oktober 2026 pukul 08.25 · Baca aslinya ↗
Pemerintah Perkuat Bauran Kebijakan untuk Jaga Stabilitas Ekonomi RI
2 Oktober 2026 pukul 16.29 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Airlangga: Ekonomi Tetap Tangguh, Inflasi Terjaga, Manufaktur Ekspansi
2 Oktober 2026 pukul 14.15 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Inflasi Terjaga, Suahasil Harap Dunia Usaha Kembali Genjot Produksi
3 Oktober 2026 pukul 20.51 · Baca aslinya ↗