Jakarta · Minggu, 20 September 2026Cari
WargaKonoha

Iran Tegakkan Syarat Damai, Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Fluktuasi

Iran menolak membuka kembali negosiasi damai dengan AS sebelum sanksi dicalon dan kompensasi perang dipenuhi, meski Trump menyatakan keterbukaan dialog. Penutupan Selat Hormuz sebagai respons awal Iran terhadap serangan AS-Israel menghambat pasokan energi global. Harga minyak Brent melonjak hingga US$108/barel di awal konflik, kemudian turun sebagian karena Arab Saudi mengalihkan ekspor melalui Selat Hormuz pasca-serangan drone pada pipa Timur-Barat. Volume transfer di Teluk Oman naik dari 1,5 juta ke 2,7 juta barel/hari. Beberapa sumber menyebutkan penurunan ekspor Saudi 400.000 barel/hari, seimbang oleh kenaikan di Hormuz. Konflik berlangsung tujuh bulan tanpa pertempuran aktif, dengan AS mengandalkan tekanan ekonomi. Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Trump dan Netanyahu berkuasa, menggambarkan keberhasilan penahanan serangan sebagai "mimpi buruk" bagi musuh. AS mengizinkan delegasi Iran di Sidang PBB dengan pembatasan, sementara menolak visa Palestina.

Menurut tiap media