Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Kabut Asap Karhutla Parah di Palembang dan Makassar, Warga Sesak dan ISPU Tembus 900

Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, berada pada level sangat berbahaya akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Beberapa sumber menyatakan konsentrasi PM2.5 berbeda: BMKG mencatat 903,6 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB, sementara aplikasi ISPUnet menunjukkan ISPU mencapai 780. Detik.com melaporkan konsentrasi PM2.5 mencapai 881 µg/m³ di Stasiun Talang Betutu dan 802,3 µg/m³ di Stasiun Musi 2 pada tanggal yang sama. Kondisi ini menyebabkan warga mengalami sesak napas, mata perih, dan gangguan pernapasan lainnya. BMKG dan pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Di Makassar, BMKG juga melaporkan penurunan kualitas udara akibat asap karhutla dari Kalimantan yang terbawa angin barat dan barat laut. PM2.5 di Maros dan sekitarnya masuk kategori kurang sehat hingga sedang pada periode dini hari hingga pagi, kemudian membaik pada siang hingga sore. Kendaraan bermotor belum menjadi faktor dominan, asap karhutla masih sumber utama PM2.5.

Pemerintah Kota Palembang telah menurunkan kode warna kualitas udara ke level merah dan membuka posko kesehatan 24 jam untuk warga terdampak. Beberapa sekolah juga memutuskan untuk menunda kegiatan belajar di kelas. Pemerintah daerah dan pusat sedang mengkoordinasikan langkah-langkah darurat, termasuk distribusi masker N95 gratis dan peningkatan sistem pendingin udara di fasilitas kesehatan.

Menurut tiap media