Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

FOTO: Racun Asap Karhutla Masih Bekap Palembang

Kualitas udara Palembang semakin memburuk akibat kabut asap karhutla. Pada Senin, 5 Oktober 2026, konsentrasi partikel halus PM2.5 diukur mencapai 903,6 mikrogram per meter kubik, jauh melebihi batas aman yang ditetapkan oleh WMO (15 mikrogram per meter kubik). Kabut asap ini disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah, termasuk Sumatera, yang menimbulkan dampak transmigrasi ke kota-kota besar seperti Palembang. Kondisi ini bertahan sejak beberapa hari terakhir dan diperkirakan akan berlanjut hingga akhir Oktober 2026, tergantung intensitas hujan dan upaya penanggulangan pemerintah. Pemerintah telah menurunkan kode warna kualitas udara ke level merah, yang berarti suku bunga udara sangat tidak sehat untuk seluruh penduduk. Warga dihimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan. Beberapa sekolah juga memutuskan untuk menunda kegiatan belajar di kelas secara langsung hingga kondisi membaik. Pemerintah daerah dan pusat sedang mengkoordinasikan langkah-langkah darurat, termasuk distribusi masker N95 gratis dan peningkatan sistem pendingin udara di fasilitas kesehatan. Namun, upaya ini dinilai belum cukup efektif jika penyebab kebakaran hutan tidak segera ditanggulangi secara akar.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait