Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

KAI Impor 23 Rangkaian KRL Bekas Jepang untuk Penggantian Armada Usia Lebih 40 Tahun

PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengimpor 23 trainset KRL bekas Jepang (7 SF12 dan 16 SF8) untuk mengatasi defisit pasokan mencapai 45 unit pada 2029. Impor diperlukan karena keterbatasan produksi PT INKA. KRL bekas dipilih karena spesifikasi teknisnya cocok dengan infrastruktur Jabodetabek seperti lebar rel dan LAA. Komisi VI DPR setuju dengan impor serta penguatan sinergi KAI-INKA hingga TRL/MRL level 9.

Pengadaan ini terdiri dari 7 trainset formasi 12 kereta (SF12) dan 16 trainset formasi 8 kereta (SF8), disesuaikan dengan panjang peron stasiun seperti jalur loop line Tanjung Priok ke Kota. Langkah ini diambil karena lonjakan penumpang semester I-2026 yang tumbuh 11,3%, dengan rata-rata harian mencapai 1,1 hingga 1,3 juta orang. Sebelumnya, KAI telah mengontrak 27 rangkaian baru dari CRRC China dan PT INKA, di mana 18 rangkaian sudah beroperasi.

INKA saat ini sedang mengerjakan total 16 trainset KRL untuk KAI Commuter. Tujuh trainset sedang menjalani General Check Up, dengan dua trainset telah kembali beroperasi dan lima lainnya masih dalam proses. Selain itu, trainset ke-8 dan ke-9 sedang melalui tahap finishing di pabrik INKA di Madiun. Impor baru di khawatirkan akan mengganggu produksi industri dalam negeri. KRL bekas dari Jepang diharapkan dapat beroperasi hingga 10 tahun mendatang, sambil menunggu peningkatan kapasitas produksi lokal.

Menurut tiap media