Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Panas Bumi Jadikan Pupuk Organik 14 Hari Jadi 12 Jam, 950 Petani Panen 15 Ton Kentang dan 40 Ton Kol

Di lereng Gunung Kamojang, Kabupaten Bandung, Kelompok Tani Hutan (KTH) Cikondang bekerja sama dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) untuk mengembangkan GeO-Fert, pupuk organik yang pengeringannya memanfaatkan excess steam panas bumi dengan suhu 60–70°C. Inovasi ini memangkas waktu pengeringan pupuk dari 14 hari menjadi hanya 12 jam. Hingga 2026, 600 ton limbah organik telah diubah menjadi 300 ton pupuk GeO-Fert yang diaplikasikan pada 15 hektare lahan, mendukung sekitar 950 petani. Dalam kegiatan HAREPAN, petani berhasil memanen 15 ton kentang dan 40 ton kol dengan penghematan biaya mencapai Rp82 juta.

Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Desa Energi Berdikari (DEB) Kementerian Pertamina. Beberapa sumber melaporkan bahwa Pertamina telah menjalankan 269 program DEB di seluruh Indonesia, dengan 166 di antaranya berfokus pada ketahanan pangan. Program ini telah mendukung 2.091 hektare lahan pertanian dengan total panen mencapai 21.357 ton hingga 2026. Namun, bukan semua sumber menyebutkan angka-angka tersebut secara eksplisit.

Beberapa media menyebutkan bahwa inovasi ini merespons keterbatasan pupuk bersubsidi dan mahalnya pupuk kimia, sementara yang lain tidak menyertakan informasi tersebut. Juga terdapat variasi dalam penyebutan nama program, dengan sebagian menggunakan istilah Program Desa Energi Berdikari (DEB) dan sebagian lainnya hanya merujuk pada program energi terbarukan Pertamina.

Menurut tiap media