Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

PSEL Bekasi Dibangun, Olah 1.500 Ton Sampah/Hari jadi Listrik

Pemerintah dan Danantara Indonesia meresmikan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, dengan investasi Rp3 triliun. Fasilitas ini dirancang untuk mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun, setara dengan 1.500 ton per hari atau sekitar 70% dari total timbulan sampah Kota Bekasi. Proyek ini diproyeksikan mulai beroperasi pada pertengahan 2028, dengan selesai akhir 2027 hingga awal 2028 dalam kurva 24 bulan pembangunan.

PSEL Bekasi menggunakan teknologi moving grate incinerator dengan Air Pollution Control System (APCS) dan mengintegrasikan pirolisis untuk mengolah timbunan sampah lama. Proyek ini diharapkan mengurangi penggunaan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 90% dan mengurangi emisi karbon sebesar 640.000 ton setara CO2 per tahun. Listrik hasil olahan akan dibeli dan disalurkan ke PLN melalui Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dengan harga US$0,20 per kWh.

Proyek ini juga diproyeksikan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan listrik 55.000 rumah tangga di Kota Bekasi, dengan kapasitas 27,4 MW atau 223.584 MWh per tahun. PSEL Bekasi diproyeksikan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau. Pemerintah juga menyiapkan program pengolahan timbunan sampah lama dengan teknologi pirolisis melalui kolaborasi TNI AD, dengan kapasitas hingga 2.000 ton per hari per lokasi.

Menurut tiap media