Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Percepat Pengembangan Panas Bumi, Target 5,2 GW hingga 2034

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta percepatan pengembangan PLTP guna mencapai target tambahan kapasitas 5,2 GW dalam RUPTL 2025-2034, dengan penekanan pada kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha. Ia menyatakan bahwa meskipun telah dilakukan pemangkasan aturan, hambatan teknologi dan keuangan masih ada, sehingga diperlukan komitmen dari kedua belah pihak. Pemerintah juga mendorong Dewan Energi Nasional (DEN) mengawasi proyek agar tidak terjadi perpanjangan izin berulang.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 23.202,77 MW, namun kapasitas terpasang hanya sekitar 2.776,39 MW, artinya sekitar 88,4% hingga 88,9% potensi belum dimanfaatkan. Untuk 2026, pemerintah menyiapkan pengembangan 2 lokasi WPSPE dan 4 WKP dengan total sumber daya sekitar 131 MW dan proyeksi investasi US$1,16 miliar. Beberapa katalis regulasi juga disiapkan, termasuk revisi PP Nomor 7 Tahun 2017 dan Perpres Nomor 112 Tahun 2022.

Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi menyatakan bahwa hingga akhir 2026, porsi energi baru terbarukan (EBT) mencapai 17% dari RUPTL PLN 2025-2034. Dalam triwulan pertama 2026, porsi EBT mencapai 18%, namun dikoreksi menjadi 16,8-17% karena masuknya pembangkit gas. Dari total target penambahan kapasitas 69,5 GW, penggunaan EBT ditetapkan mencapai 76% (52,9 GW), dengan panas bumi berkontribusi 2,2% dan diproyeksikan naik menjadi 4,5% dengan penambahan 5,2 GW.

Menurut tiap media