Rencana Penerbitan Obligasi Daerah oleh Pemprov DKI Jakarta
Rangkuman gabungan dari 4 media · disusun dengan AI
Pemprov DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur seperti LRT Fase 1C, RSUD, sekolah, pengendalian banjir, dan rumah susun. Terdapat perbedaan data nilai obligasi, di mana CNBC Indonesia menyebutkan angka Rp3,5 triliun untuk penerbitan Juni 2027, sementara Warta Ekonomi menyebutkan angka Rp5,2 triliun. Gubernur Pramono Anung menegaskan kebutuhan dana pembangunan sebagai alasan utama, bahkan meminta pengembalian Dana Bagi Hasil (DBH) jika izin obligasi tidak diberikan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertanyakan urgensi langkah ini karena kondisi keuangan DKI yang kuat dan adanya excess liquidity pemda sebesar Rp100 triliun. Purbaya menyarankan skema pinjaman melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan pembayaran sebagian menggunakan DBH agar lebih terawasi. Di sisi lain, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin mendukung rencana obligasi sebagai kreativitas pendanaan, terutama setelah adanya pemangkasan DBH sekitar Rp15 triliun yang memengaruhi fiskal Jakarta.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Pramono Mau Rilis Obligasi Daerah Rp 3,5 T, Buat Apa Dananya?
8 September 2026 pukul 07.55 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Respon Purbaya Usai Sarannya Diabaikan Pramono: Nanti Saya...
8 September 2026 pukul 08.20 · Baca aslinya ↗
Reaksi Purbaya Usai Sarannya Diabaikan Pramono: Nanti Saya...
8 September 2026 pukul 08.20 · Baca aslinya ↗
Ketua DPRD Jakarta: Purbaya Memang Rada Aneh Sih
10 September 2026 pukul 06.30 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Ungkap Pemda Punya Rp 100 Triliun Nganggur, Purbaya Ingatkan Tak Perlu Minjam
8 September 2026 pukul 19.32 · Baca aslinya ↗
ANTARA News
Purbaya siapkan skema pemda pinjam PT SMI, bayar sebagian pakai DBH
8 September 2026 pukul 19.38 · Baca aslinya ↗