Rupiah melemah akibat suku bunga Fed naik, tekanan geopolitik, dan minyak di atas $100
Rangkuman gabungan dari 6 media · disusun dengan AI
Rupiah melemah pada Senin, 21 September 2026, menjadi Rp17.783 per dolar AS (0,14% turun) atau Rp17.830 (0,56% turun) tergantung sumber. Kenaikan suku bunga Fed ke 3,75-4% pada 16 September 2026 menjadi faktor utama, dengan proyeksi naik ke 4-4,25% akhir 2026. Imbal hasil obligasi 10 tahun mencapai 5% dan 2 tahun 4,756% tertinggi 2024. Harga minyak di atas US$100/barel dan konflik Timur Tengah-Eropa Timur menambah tekanan. Bank Indonesia diperkirakan menahan suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur 23 September 2026, dengan rupiah diprediksi 17.700-17.850. BI melakukan intervensi melalui NDF, spot, DNDF, dan pembelian SBN serta koordinasi dengan sektor swasta untuk memperkuat arus masuk modal asing.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Simak Harga Emas Perhiasan Hari Ini 19 September 2026
19 September 2026 pukul 12.33 · Baca aslinya ↗
Rupiah Melemah ke 17.783 per Dolar AS, Begini Prediksi Hari Ini
21 September 2026 pukul 11.58 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Rupiah Berpotensi Ambles Hari Ini, Sentimen The Fed dan El Nino jadi Pemicu
21 September 2026 pukul 07.17 · Baca aslinya ↗
ANTARA News
Rupiah melemah dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi AS
21 September 2026 pukul 09.51 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Rupiah Bergerak Melemah di Pembukaan Senin, Awas Bisa Berlanjut
21 September 2026 pukul 11.24 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Perhatian! BI Ungkap Deretan Penyebab Dolar Tekan Rupiah Hari Ini
21 September 2026 pukul 14.50 · Baca aslinya ↗
Rupiah Ditutup Melemah 0,54%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.825
21 September 2026 pukul 15.06 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
BI Perkuat Strategi Stabilisasi Rupiah di Tengah Tekanan Konflik Timur Tengah
21 September 2026 pukul 17.00 · Baca aslinya ↗