Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Studi ITB: Polusi Udara Lintas Wilayah di Jabodetabek Tetap Menyengat

Studi terbaru Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Yayasan ViriyaENB mengungkapkan bahwa polusi udara di Jabodetabek tidak dapat ditangani secara parsial oleh satu wilayah atau sektor. Mengingat emisi DKI Jakarta diminimalkan hingga nol, wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi tetap berkontribusi 38,51% terhadap konsentrasi PM2.5 di Jakarta. Penelitian menggunakan model AERMOD dan WRF-Chem serta pendekatan inventarisasi emisi selama satu tahun (Februari–Desember 2025). Rata-rata konsentrasi PM2.5 di Jakarta Barat mencapai 34,1 µg/m³, jauh di atas baku mutu nasional (15 µg/m³), US-EPA (9 µg/m³), dan WHO (5 µg/m³). Sumber polusi bervariasi per wilayah: transportasi mendominasi di Jakarta, industri di Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang, serta pembangkit listrik di Kabupaten Bekasi dan Tangerang. Di Jakarta, truk menyumbang 34,96% emisi PM2.5 dari sektor transportasi, diikuti mobil penumpang diesel 21,21%. Prof. Puji Lestari menekankan perlunya kerja sama antar-pemerintah daerah dalam pengendalian polusi udara.

Menurut tiap media