Polusi Udara Jabodetabek Kian Akut, Pemerintah Diminta Lakukan Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi ITB menunjukkan polusi udara Jabodetabek tidak dapat ditangani secara parsial oleh satu wilayah atau sektor. Pemodelan kualitas udara menemukan bahwa ketika emisi DKI Jakarta diasumsikan nol, wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi masih berkontribusi 38,51% terhadap konsentrasi PM2.5 di Jakarta. Pemantauan PM2.5 di Jakarta Barat pada Februari-Desember 2025 mencatat rata-rata konsentrasi 34,1 µg/m³, lebih dari dua kali baku mutu tahunan Indonesia (15 µg/m³) dan sekitar 6,8 kali pedoman WHO (5 µg/m³). Sumber polusi bervariasi: transportasi dominan di Jakarta dan sejumlah kota penyangga, industri di Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang, pembangkit listrik di Kabupaten Bekasi dan Tangerang. Di Jakarta, truk menyumbang 34,96% emisi PM2.5 dari sektor transportasi, diiku oleh mobil penumpang diesel 21,21%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 18.15
Bisakah Jakarta Bebas Polusi Udara?
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.53
42 Juta Penduduk Jabodetabek Butuh Integrasi Transportasi Lintas Wilayah
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.01
Studi ITB: Polusi Udara Jakarta Terbanyak Disumbang dari Transportasi
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 15.01
Studi ITB Ungkap Polusi Jabodetabek Tak Kenal Batas Wilayah, Ini Pemicunya
Berita terkait
Truk Sumbang 34,96% Emisi PM2.5 Sektor Transportasi Jakarta
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.05
Sepeda Dinilai Jadi Solusi Dekarbonisasi Transportasi Jakarta
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.43
KRL Tembus-Tembus Pinggiran Jakarta Bikin Macet "Hilang" Tapi Awas Ini
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.25
Riset Ungkap Bahaya Polusi Jabodetabek Bisa Tambah Beban Biaya Kesehatan
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 15.04