Studi ITB Ungkap Polusi Jabodetabek Tak Kenal Batas Wilayah, Ini Pemicunya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi ITB bersama ViriyaENB memetakan sumber polusi udara di Jabodetabek selama satu tahun (Februari–Desember 2025) menggunakan pendekatan inventarisasi emisi dan source apportionment. Rata-rata konsentrasi PM2.5 di Jakarta Barat mencapai 34,1 μg/m³, jauh melebihi baku mutu nasional (15 μg/m³), US-EPA (9 μg/m³), dan empat kali lipat pedoman WHO (5 μg/m³). Sektor industri dan transportasi menjadi kontributor utama, namun pola dominan bervariasi per wilayah: transportasi paling besar di Jakarta, industri di Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang, serta pembangkit listrik di Kabupaten Bekasi dan Tangerang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 18.15
Bisakah Jakarta Bebas Polusi Udara?
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.53
42 Juta Penduduk Jabodetabek Butuh Integrasi Transportasi Lintas Wilayah
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.05
Truk Sumbang 34,96% Emisi PM2.5 Sektor Transportasi Jakarta
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.01
Studi ITB: Polusi Udara Jakarta Terbanyak Disumbang dari Transportasi
Berita terkait
Riset Ungkap Bahaya Polusi Jabodetabek Bisa Tambah Beban Biaya Kesehatan
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 15.04
Sepeda Dinilai Jadi Solusi Dekarbonisasi Transportasi Jakarta
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.43
KRL Tembus-Tembus Pinggiran Jakarta Bikin Macet "Hilang" Tapi Awas Ini
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.25
KLH Terbitkan Instruksi Mendesak Karhutla untuk 6 Gubernur
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.27