Bisakah Jakarta Bebas Polusi Udara?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi terbaru Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan bahwa DKI Jakarta akan kesulitan bebas dari polusi udara meskipun tidak lagi memproduksi emisi. Hal ini disebabkan oleh kiriman polutan udara dari daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Penelitian dilakukan oleh tim KK PUL-FTSL ITB dan didukung oleh Yayasan ViriyaENB menggunakan model AERMOD dan WRF-Chem untuk memprediksi kontribusi PM2.5. Dalam skenario di mana Jakarta menekan emisi hingga nol, kota masih menerima kiriman PM2.5 dari wilayah sekitarnya yang berkontribusi 26 hingga 54 persen, dengan rata-rata 38,51 persen terhadap total konsentrasi PM2.5 di Jakarta. Hasil ini membuktikan adanya polusi udara lintas batas yang tidak bisa dibendung oleh batas wilayah administrasi semata. Prof. Puji Lestari menekankan bahwa Jakarta tidak bisa berdiri sendiri dalam menanggulangi polusi udara dan perlu kerja sama antar-pemerintah daerah di Jabodetabek.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.53
42 Juta Penduduk Jabodetabek Butuh Integrasi Transportasi Lintas Wilayah
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.05
Truk Sumbang 34,96% Emisi PM2.5 Sektor Transportasi Jakarta
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.39
BMKG Ungkap Waktu Musim Hujan Dimulai
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.50
ITDP: Transportasi Publik tak Merata Hambat Pengurangan Emisi Jabodetabek
Berita terkait
Studi ITB: Polusi Udara Jakarta Terbanyak Disumbang dari Transportasi
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.01
Pramono Sebut Suralaya Ikut Sumbang Polusi Jakarta, Minta Pusat Turun Tangan
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 14.43
Bikin Hujan Buatan Sulit Dilakukan di Jakarta, Pramono Minta Damkar Siram Jalanan
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 12.15
Cuaca Jabodetabek 19 Agustus 2026: Jakarta, Depok hingga Bogor Berpotensi Hujan
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 09.00