Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.042,91 T pada Juli 2026

Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2026 mencapai US$454,8 miliar, setara dengan Rp8.042,91 triliun hingga Rp8.051,79 triliun tergantung sumber, naik 4,9% secara tahunan. Rasio ULN terhadap PDB tetap pada 30,7%, dengan mayoritas berupa utang jangka panjang. ULN publik tumbuh 3,2% yoy menjadi US$218,4 miliar, didorong aliran masuk Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Sebaliknya, ULN swasta mengalami kontraksi 1,2% yoy menjadi US$194,5 miliar.

Pemerintah mengalokasikan dana utang untuk sektor produktif, dengan porsi terbesar pada jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22%), administrasi pemerintah dan pertahanan (20,7%), serta pendidikan (16,2%). Beberapa media menyebutkan alokasi untuk konstruksi dan transportasi pula.

Sementara itu, komposisi mata uang utang menunjukkan perbedaan. CNBC Indonesia melaporkan penurunan utang dalam dolar AS ke US$270,65 miliar, sementara kenaikan signifikan terjadi pada Euro (US$42,21 miliar), Yuan China (US$19,35 miliar), dan Yen Jepang (US$17,95 miliar). Media lain tidak menyebutkan rincian ini. Menteri Keuangan menegaskan rasio utang pemerintah tetap aman di bawah 40% PDB, meski beberapa lembaga pemeringkat menurunkan outlook dari stabil ke negatif.

Menurut tiap media